Text Box: Problemsolving adalah kebutuhan kita, bukan kebutuhan lomba

	Oganisasi pelayanan masyarakat sebesar RSU Banyumas dalam kesehariannya tidak pernah terlepas dari suatu problem (masalah). Wujud problem tersebut bukan berarti hanya dalam bentuk problem yang besar, akan tetapi hal-hal yang mengganggu kelancaran tekhnis pelayananan sehari-hari, maupun problem yang terkait   dengan lambatnya pelayanan, tidak efektik dan tidak efisiennya pelayanan, maupun terkait dengan mutu pelayanan.
	Sebagai contoh seorang cleaning service menjumpai di ruangan air kran yang tidak jernih bahkan sering berwarna coklat, sehingga pada saat mengepel lantai, sulit sekali lantai menjadi bersih dan harus dipel berkali-kali dengan tenaga ekstra. Ada beberapa penyebab dari hasil analisis sederhana tanpa menggunakan rumus statistic yang rumit, diantaranya adalah suplai air yang terkadang tidak jernih, bak penampungan yang tidak di kuras secara rutin, tidak ada upaya penjernihan sebelum masuk bak penampung, dan sebagainya.
	Itu adalah contoh problem yang ditemukan, ternyata bukan hanya di tingkat manajer saja yang menjumpai masalah (problem). 
	Problem dan problemsolving (penyelesaian masalah) adalah dua hal yang penting untuk di rangkaikan. 	Problem adalah suatu hal yang pasti kita temui, dan prolem yang kita temui akan kita anggap sebagai “masalah” adalah manakala kita peduli. Kaitannya dengan organisasi bila kita menjumpai problem di rumah sakit kita bila, kita tidak care dengan rumah sakit kita maka problem itu akan kita biarkan saja tanpa berupaya untuk menyelesaikannya. Penyelesaian masalah itu bisa menggunakan banyak metode, bisa GKM, bisa PSBH, atau bisa juga anda punya metode ciptaan anda sendiri.
	PSBH Award hanyalah suatu moment berharga dimana YIMS sudah mengusulkan RSU Banyumas untuk mendapatkan penghargaan karena mempunyai 71 problemsolver (orang yang peduli untuk menyelesaikan masalah) dan 71 POA (Plan of Action).
	Sebenarnya YIMS mensyaratkan untuk PSBH Award cukup 35 POA yang jalan dan 5 replikasi (program jalan dan di lakukan ditempat lain). 	Saat ini oleh tim sukses telah dilakukan identiikasi dan penyempurnaan data pendukung. Data yang masuk diklarifikasi diolah dan dianalisis, dan dampaknya luar biasa. Banyak problem rumah sakit yang dijumpai dan sudah dilakukan problemsolving.
	PSBH Award hanya merupakan awal, anda peduli dengan rumah sakit kita maka jadilah problemsolver.
Text Box: Angka phlebitis di Ruang Wijaya Kusuma II pada pemasangan infus rata-rata sebesar 50 % dari total pemasangan sehingga berdampak pada mutu pelayanan keperawatan.
Tujuan Kegiatan
Apakah dengan teknik pemasangan infus secara steril, diklat perawat Ruang Wijaya Kususma II dapat menurunkan kejadian phlebitis dari 50% menjadi 10%?
Pelaksanaan kegiatan
Kegiatan di mulai pada Minggu pertama Nopember 2004 
Menyusun prosedur pemasangan infus steril,
Pendidikan dan latihan teknik pemasangan infuse secara steril 
Pemantauan pemasangan Infuse pada Perawat Ruan Wiku II 
Melakukan pemantauan kejadian phlebitis (respon Pasien) .
Anggaran
Rp. 0 (memanfaatkan fasilitas yang sudah ada)
Hasil yang di capai          




Text Box: AGENDA 
 Minggu I dan II Maret 2008, Identifikasi Succes Story, Penentuan nominasi PSBH Award
Minggu III Maret 2008 Sinkronisasi dokumen dan Bimbingan dari Tim Sukses RSU Banyumas 
Minggu IV Maret 2008, Bimbingan dari YIMS Jakarta
Minggu I April 2008, Penilaian PSBH Award Oleh DHF New York, USA.
Minggu II-III April 2008, Seremonial Sertifikasi “PSBH AWARD bagi RSU Banyumas”
Text Box: MENU EDISI INI
Text Box: News Progress PSBH

Sun

Mon

Tue

Wed

Thu

Fri

Sat

 

 

 

 

 

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

 

 

 

 

 

Suplemen bulletin balance edisi khusus psbh

RESONANSI

UPAYA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI KARENA PEMASANGAN INFUS (PLEBITIS) DI RUANG WIJAYA KUSUMA II RSU BANYUMAS TAHUN 2004

 

EDISI 2 / 17 MARET 2008

Umiyati

Resonansi

1

Sukses Story

1

Tim Sukses

PSBH Award

2

Galery

2

Ramuan

Anti Stress

 

2